Mengutip Tempo.co, Menkominfo Tifatul Sembiring menyebut bahwa Kiamat Internet hanyalah sebuah isu, "Itu hanya isu yang seolah-olah akan terjadi (kiamat Internet)". Sebenarnya, latar belakang munculnya isu kiamat internet sangatlah beralasan. Kiamat internet akan terjadi pada tanggal 9 Juli 2012, tetapi hanya akan menimpa komputer-komputer (host) yang terinfeksi malware DNSChanger. Masih mengutip Tempo.co, ini diakui oleh Menkominfo, "Ancaman virus kiamat Internet tidak akan menyerang jika kita tidak tersambung dengan virus itu".
Lalu mengapa muncul isu kiamat internet?
DNSChanger muncul pertama kali sekitar tahun 2007 (baca apa itu DNSChanger). Adalah warga Estonia yang disebut-sebut sebagai dalang penyebaran malware DNSChanger. Warga Estonia penyebar malware tersebut telah berhasil ditangkap oleh FBI pada November 2011 yang lalu melalui sebuah operasi yang disebut "Operation Ghost Click".
Sekian lama penyebaran DNSChanger, sekitar 4 juta komputer di 100 negara telah terinfeksi dengan penyebaran terbanyak terjadi di Amerika Serikat dimana sekitar 500 ribu komputer terserang malware tersebut (Ghiboo.com).
FBI sudah mengidentifikasi seluruh DNS palsu yang muncul sebagai akibat serangan malware DNSChanger. Meskipun demikian, FBI tidak langsung menghapus seluruh DNS palsu tersebut karena akan berdampak pada lumpuhnya koneksi internet di seluruh komputer yang terinfeksi. FBI lebih memilih opsi yang bersifat sementara yaitu dengan memberi kesempatan kepada para pemilik komputer yang terinfeksi untuk membersihkan sendiri komputernya.
Batas waktu bersih-bersih ini sudah ditentukan yaitu sampai dengan tanggal 9 Juli 2012. Pada tanggal itu FBI akan menghapus seluruh DNS palsu. Akibatnya, seluruh komputer yang masih terinfeksi malware DNSChanger tidak akan dapat mengakses internet. Itulah yang kemudian tersebar di internet sebagai isu "Kiamat Internet (Internet Doomsday)".
-semoga bermanfaat-
Read more...